PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
TENTANG
STORAGE EKSTERNAL
Di Susun Oleh :
Nama : Neni Nur’aeni
Kelas : C
Semester : 1 (satu)
NIM : 1127050116
Jurusan : Teknik informatika
fakultas
: sains dan teknologi
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2011-2012
KATA
PENGANTAR
Bismillahhirrohmanirrohim.
Dengan memanjatkan do'a dan puji syukur
kehadirat Allah SWT serta sholawat serta salam tercurahkan ke junjungan kita
Nabi Muhammad SAW, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Storage Eksternal
Adapun penulisan makalah ini dapat
terselesaikan berkat bantuan dari segala pihak yang membantu terselesaikannya
makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih
banyak kesalahan dan kekurangan, maka dari itu penulis mengharapkan sumbangan
pikiran, pendapat serta saran – saran yang berguna demi penyempurnaan makalah
ini. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pembaca.
BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Dewasa ini perkembangan dan kemajuaan
teknologi informasi dan komunikasi telah berkembang dengan sangat pesat.
Berbagai kemudahan memperoleh informasi dari berbagai penjuru dunia dapat kita
nikmati dalam hitungan detik. Pada saat " Zaman Batu " teknologi
informasi dan komunikasi dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin, kini telah
menjadi kenyataan. Dengan teknologi yang luas ini kita harus dapat
memanfaatkannya.
Diantara teknologi informasi yang hampir
disetiap tempat kita temukan adalah computer. Sekarang computer sangat
berkembang pesat hampir setiap tahun computer selalu mengalami
perkembangan.Orang bisa menggunakan computer dimana saja dirumah, dikafe,
disekolah, dan ditempat lainnya. Sedangkan model dan design dari computer itu
sendiri juga mengalami perkembangan. Dulu apabila orang ingin menggunakan
computer maka hanya bias dikantor atau dirumah, kalau sekarang mereka bias
menggunakan computer tersebut dimana saja yang mereka inginkan.
Software yang kita gunakan sekarang ini
tidak serta merta muncul begitu saja melainkan melalui proses yang panjang
dalam evolusinya. Hal ihwal munculnya komputer mungkin dapat dilihat dalam
kilas balik sejarah sejak digunakannya Abacus – ditemukan di Babilonia (Irak)
sekitar 5000 tahun yang lalu – sebagai alat perhitungan manual yang pertama,
baik di lingkup sekolah maupun kalangan pedagang, saat itu. Pada periode
selanjutnya telah banyak ditemukan alat-alat hitung mekanikal sejenis yaitu
Pascaline yang ditemukan oleh Blaine Pascal pada tahun 1642, Arithometer oleh
Charles Xavier Thomas de Colmar pada tahun 1820, Babbage’s Folly oleh Charles Babbage
pada tahun 1822, dan Hollerith oleh Herman Hollerith pada tahun 1889.
Kesemuanya masih berbentuk mesin sepenuhnya tanpa tenaga listrik. Ukuran dan
kerumitan strukturnya berdasarkan atas tingkat pengoperasian perhitungan yang
dilakukan. Barulah pada tahun 1940, era baru komputer elektrik dimulai sejak
ditemukannya komputer elektrik yang menerapkan system ajabar Boolean.
BAB II
PEMBAHASAN
Komputer
Komputer
adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah
dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang
yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat
bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal
mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah
aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak
berhubungan dengan matematika.
Semenjak
diperkenalkannya komputer modern pada tahun 1940, komputer terus berkembang
dengan sangat pesat, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya.
Perkembangan ini dipicu antara lain oleh perbandingan antara biaya dan
kemampuan, sistem penyimpanan yang bervariasi, dan cara bagaimana user
mengorganisir datanya.
Sistem
komputer terdiri dari empat komponen perangkat keras, yaitu central processing
unit (CPU), primary storage/memori utama, secondary storage/memori sekunder,
dan input-output devices yang berhubungan dengan pengguna.
STORAGE DEVICE
Computer
data storage, sering disebut storage atau memory, merujuk
kepada komponen komputer dan media penyimpanan yang menyimpan data digital yang
digunakan dalam interval waktu tertentu. Dalam penggunaan istilah saat ini,
memory merujuk kepada bentuk penyimpanan semikonduktor yang dikenal dengan
Primary Storage (Memori Utama) dan Secondary Storage (Memori Sekunder). Yang
dimaksud primary storage misalnya Random-Access Memory (RAM), yaitu memory yang
dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan data dan program sementara sewaktu
digunakan oleh prosesor. Jika komputer atau aliran listrik dimatikan,
maka data dan program di RAM akan hilang (volatile). Kecepatan membaca
data RAM ini lebih cepat jika dibandingkan dengan Harddisk. Sedangkan yang
termasuk secondary storage biasanya merujuk pada media penyimpanan yang media
penyimpanan tersebut tidak diakses langsung oleh CPU. Secondary storage atau
yang biasa juga disebut external storage, adalah storage yang terpisah
atau tidak berhubungan langsung dengan Central Processing Unit (CPU).
Kelemahan dari memori utama adalah tidak dapat menyimpan data yang permanen dan
kapasitas penyimpanannya terbatas, sehingga diciptakanlah memori sekunder. Data
pada memori sekunder adalah data yang sebelum dan sesudah diproses oleh
komputer. Memori sekunder digunakan untuk menyimpan atau menampung data yang lebih
besar dan pemanen, bisa juga dikatakan sebagai back-up dari memori utama.
Pada
awal 1950, kebutuhan akan kemampuan penyimpanan yang lebih besar meningkat
dengan pesat. Hal ini dikarenakan adanya data digital yang sangat besar
termasuk grafis, audio, dan media video.
Dibawah
ini akan dijelaskan tentang media penyimpanan, baik yang magnetik maupun
optikal :
1. 1. Pita Magnetik (Magnetic
Tapes)
Bidang elektromagnetik mempunyai peranan yang penting
dalam industri komputer. Sejarah tentang magnetic recording dimulai saat
Valdemar Poulsen, seorang ahli fisika Denmark mematenkan “Method of
Recording Sounds or Signals” pada tahun 1899, dimana beliau menemukan alat
perekam suara magnetik yang dinamakan telegraphone.
Perekam
magnetik menggunakan kawat baja akhirnya tergantikan dengan lapisan plastik
tipis yang berlapis material bermagnet.
Pita
Magnetik digunakan untuk membaca dan menulis data dari dan ke pita magnit
melalui read / write head, dimana proses menulis pada pita magnit sifatnya destructive,
yaitu bila data baru ditulis maka data yang lama akan langsung terhapus.
Sedangkan proses membaca dari pita magnit adalah bersifat non-destructive,
yaitu sesudah dibaca pita magnetik masih berisi data yang sama sebelum dibaca.
Pita magnetik merupakan salah satu jenis memori sekunder yang digunakan untuk
penyimpanan offline yang besar. Pita magnetik juga berfungsi sebagai
media transfer data yang paling sederhana antara mesin-mesin yang tidak
mempunyai sambungan komunikasi secara langsung.
Magnetic tape di akses dan di proses dengan cara
sequential atau berurutan. Sequential merupakan cara yang paling dasar untuk
mengorganisasikan kumpulan record-record dalam sebuah berkas. Pada tahun 1950
magnetic tape pertama kali digunakan oleh komputer UNIVAC dan IBM. Magnetic
tape dibuat dari bahan plastik tipis yang dilapisi oleh magnet iron oxide
berwarna merah kecoklatan. Magnetic tape adalah model pertama dari secondary
memory. Tape ini digunakan untuk merekam audio, video dan untuk menyimpan
informasi berupa sinyal komputer. Tape ini dipakai untuk alat input/output
dimana informasi dimasukkan ke CPU dari tape dan informasi diambil dari CPU
lalu disimpan pada tape lainnya. Panjang tape pada umumnya 2400 feet, lebarnya
0.5 inch dan tebalnya 2 mm. Data disimpan dalam bintik kecil yang bermagnit dan
tidak tampak pada bahan plastik yang dilapisi ferroksida. Flexible plastiknya
disebut mylar, mekanisme aksesnya atau alat untuk mebaca dan menulis magnetic
tape adalah Tape Drive.
Metode
kerja dari magnetic tape adalah data direkam secara digit pada media tape
sebagai titik-titik magnetisasi pada lapisan ferroksida. Magnetisasi positif
menyatakan 1 bit, sedangkan magnetisasi negatif menyatakan 0 bit atau
sebaliknya. Tapi pada kenyataannya hasil rekaman pada video atau film kurang
memiliki hasil bagus pada magnetic tape. Jenis dari magnetic tape sendiri ada
beberapa jenis yaitu:
a. REEL TO REEL TAPE
Merupakan
bentuk magnetic tape tertua, alat ini mempunyai ukuran lebar 0,5 inci dan
panjangnya mencapai 2.400 feet. Jika 1 feet 12 inci, maka 2.400 feet berarti
28.800 inci atau sama dengan 731,52 meter. Biasanya mempunyai density atau
tingkat kerapatan hingga 6.250 bit per inci. Setiap reel pita magnetic terdapat
dua daerah yang tidak digunakan untuk merekam data yang disebut dengan leader.
1. CARTRIDGE TAPE
Cartridge tape dibuat untuk menyimpan hasil dari suatu
backup dari file ke disk. Banyak digunakan untuk komputer mini. Untuk
menggunakannya dibutuhkan cartridge tape unit.
1. CASETTE TAPE
Banyak digunakan di komputer mikro. Selain untuk
merekam lagu cassette tape dapat digunakan untuk merekam sinyal berbentuk
bilangan binary. Suatu teknik untuk mewakili bilangan biner di cassette tape
disebut dengan FSK (Frequency Shift Keying). Untuk menggunakannya dibutuhkan
tape recorder biasa
1. 2. Floppy disk (diskette),
Floppy disk drive (diskette) mulai diperkenalkan sekitar
tahun 1970, yang digunakan untuk menyimpan microcode dan diagnostics untuk
sistem komputer mainframe IBM yang besar. Disk drive ini menggunakan floppy
diskettes ukuran 8 inci yang direkam hanya satu sisi. Dengan mengubah diskettes
dalam floppy drive, teknisi dengan mudah memperbaharui microcode atau load
diagnostik. Kapasitas dari drive tersebut kurang dari 100 kilobytes.
Pada
1973, dikembangkan drive ukuran 8 inci dengan kemampuan read/write dan
kapasitasnya sekitar 250 kilobytes. Seiring berjalannya waktu, para desainer
mempelajari bagaimana agar dapat malakukan record pada dua sisi sehingga
meningkatkan jumlah data yang dapat disimpan pada sebuah diskette.
Pada 1976 Shugart Associates memperkenalkan floppy
drives dengan ukuran 5,25 inci. Dalam usaha kerjasama, Dysan Corporation
memproduksi floppy diskettes 5,25 inci yang fleksibel. Sejatinya, drives
tersebut hanya tersedia dalam single-sided low density format, dan sama seperti
versi sebelumnya, hanya mempunyai kapasitas sebesar 100 kilobytes. Kemudian
terjadilah pengembangan sehingga floppy drive 5,25 inci menjadi double-sided, "double
density" dengan kapasitas sekitar 1,2 megabytes. Drive ini digunakan di
IBM-AT personal komputer.
Floppy
drives dan diskettes modern (3,5 inci) telah mengalami perkembangan dengan
ukuran yang lebih kecil tapi kapasitas yang besar. Pada 1980, floppy drive dan
diskette 3,5 inci diperkenalkan oleh Sony. Pada awal 1980-an banyak format yang
berusaha menyaingi drives 3,5 inci. Tapi dunia industri telah sesuai dengan
format 3,5 inci yang menjadi standar dan diproduksi oleh banyak perusahaan.
Saat ini diskette 3,5 inci mempunyai kapasitas 1,44 megabytes, dengan
menggunakan teknologi dasar yang sama dengan drives 8 inci generasi kedua.
Faktor utama pengurangan ukuran dan biaya dari floppy
adalah pengenalan dan pengembangan personal komputer. Dengan cepat, floppy
menjadi metode standar dalam pertukaran data personal komputer dan penyimpanan
data selain pada hard drive. Floppy diskettes dengan ukuran yang kecil, murah,
mudah didapat, mudah disimpan, dan mempunyai masa pakai yang baik jika disimpan
dengan benar.
Secara
fisik, disket terbuat dari lempengan plastik mylar (plastik tipis yang dilapisi
bahan magnectic dan pada bagian atasnya diberi lapisan Iron Oxide) yang
berbentuk bundar sebagai tempat untuk menyimpan guratan-guratan data. Untuk
menjaga agar data ataupun program yang tersimpan didalam disket tetap terjaga
kebersihannya, disket kemudian dibungkus oleh karton yang berbentuk segi empat.
Floppy disk lebih murah harganya
daripada hard disk, karena putarannya lebih lambat pada saat membaca atau
menulis data. Floppy disk lebih rentan terhadap gesekan di permukaan
magnetiknya.
Untuk
melakukan pembacaan ataupun penulisan, disket harus dimasukkan kedalam sebuah
drive, drive ini kemudian disebut sebagai disket-drive. Pada setiap drive yang
ada, telah berisi sebuah shaft dan sebuah drive motor yang berfungsi untuk
memutar disket dengan kecepatan sekitar 360 hingga 500 rpm.
Sebuah
sinyal elektronik yang datang dari sistem kontrol, akan menyebabkan read/write
head yang berfungsi untuk melakukan pembacaan/penulisan untuk terus bergerak
diatas permukaan disket yang sedang berputar guna melakukan pembacaan/
penulisan.
Bagian-bagian dari disket
adalah :
1. Stress relief cutouts,
berfungsi untuk membuka/tutup pengait drive.
2. Read/Write Windows,
merupakan jendela yang digunakan untuk membaca dan menulis dari mekanisme
drive.
3. Hub ring, berfungsi sebagai
pegangan untuk memutar disket.
4. Index Hole, apabila lubang
yag ada pada karton/cover menumpuk dengan lubang pada disket, menandakan posisi
sector 0.
5. Write, lubang ini apabila
dalam posisi terbuka, maka disket bisa dibaca dan ditulis; Apabila tertutup
maka disket hanya bisa dibaca saja.
6. Label, digunakan untuk
menulis nama pemilik disket ataupun nama program/data yang tersimpan didalamnya
Tempat yang ada didalam disket terbagi menjadi
beberapa track, dan setiap track akan terbagi menjadi beberapa sector. Sector
merupakan bagian terkecil dimana data disimpan. Dalam hal ini, setiap sector
sanggup menampung hingga 256 charakter. Setiap sector selalu ditandai dengan
sebuah address sector, sehingga read/write head dengan cepat dapat menemukan
data yang dimaksud. Jumlah sector untuk setiap track tidak sama, tergantung
jenis komputer yang digunakan.
Disket yang masih baru harus di-format terlebih dahulu
baru bisa digunakan. dari format ini, akan dihasilkan suatu nomor sector yang
tersusun secara berurutan, sehingga read/write head bisa menemukan data yang
tersimpan. Selain itu, pihak pemakai juga bisa memperkirakan data yang akan
disimpan.
Secara
fisik, disket mempunyai ukuran: 8 inchi, 5.25 inchi dan 3.5 inchi, walaupun
begitu, kapasitas disket tidak diukur secara fisik. Kapasitas disket bisa
dilihat dari label yang tertulis, misalnya: DD (Double Density), untuk disket
5.25 inchi mempunyai kapasitas 360 KB, dan disket 3.50 inchi mempunyai
kapasitas 720 . Disket dengan label HD (High Density) untuk ukuran 5.25 inchi
kapasitasnya 1.2 MB, dan untuk dikset 3.50 inchi kapasitasnya 1.4 MB. Disamping
itu, disket ukuran 3.50 inchi ada yang berlabel ED (Enchanced High Density),
mempunyai kapasitas 2.8 MB, tetapi belum umum digunakan.
Pengertian
density bisa diartikan sebagai kerapatan dalam menyimpan data, sehingga semakin
tinggi density yang dimiliki oleh sebuah disket, maka daya tampung yang
dimilikinya juga semakin tinggi.
Karena
data yang tersimpan dalam bentuk guratan-guratan magnetic, disket harus
diperlakukan secara hati-hati. Disket harus terhindar dari panas, magnit,
lengkungan, sentuhan langsung, kotoran ataupun penulisan label secara langsung
dengan menggunakan alat-alat yang tajam/runcing.
1. 3. Zip Drive
Zip drive (disk Zip) merupakan sistem penyimpanan dalam
bentuk disk berukuran menengah, yang diperkenalkan oleh Iomega pada akhir 1994.
Awalnya, disk Zip memiliki kapasitas 100 MB, tetapi kemudian ditingkatkan
menjadi 250 MB dan kemudian menjadi 750 MB.
Format
ini menjadi yang paling populer di antara produk-produk jenis super-floppy
tetapi tidak pernah mencapai status standar untuk menggantikan floppy disk 3,5
inci. Kemudian, CD-RW menggantikan posisi disk Zip, dan perekam CD internal dan
eksternal Zip-650 atau Zip-CD tersebut dijual dengan merek Zip.
Zip
sistem yang dikembangkan dari sistem Bernoulli Box buatan Iomega; di kedua sistem,
satu set alat pembaca / penulis yang terpasang pada linear aktuator melayang di
atas sebuah floppy disk yang berputar cepat dan terpasang pada poros yang
kokoh. Linear aktuator tersebut menggunakan teknologi voice coil actuation,
seperti pada hard drive modern. Zip disk menggunakan media yang lebih kecil
(sekitar ukuran 9cm atau 3½") microfloppy, bukan Compact Disk seperti
sistem Bernoulli), dan desain yang lebih sederhana untuk menekan biaya
keseluruhan.
Sistem
ini menghasilkan disk yang memiliki semua kenyamanan dari floppy 9 cm (3 ½
"), tapi dengan kapasitas perekaman data lebih banyak, dan kinerja yang
jauh lebih cepat dibanding floppy drive standar (walaupun tidak secara langsung
bersaing dengan hard drive). Zip drive yang asli memiliki kecepatan transfer
data dari sekitar 1 megabyte / detik dan kecepatan pencarian rata-rata 28
milidetik, dibandingkan dengan floppy 1,44 MB standar yang memiliki 500kbit/s
(62,5 kB/s) kecepatan transfer dan beberapa ratus milidetik untuk rata-rata
kecepatan pencarian. Saat ini rata-rata kecepatan pencarian hard drive 7200 RPM
sekitar 8.5-9 ms.
Zip
drive generasi awal bersaing langsung dengan SuperDisk atau LS-120 drive, yang
menampung 20% lebih banyak data dan juga dapat membaca disket standar 3½"
1,44 MB, tetapi mempunyai kecepatan transfer data yang lebih rendah karena
kecepatan putarannya juga rendah. Persaingan antara keduanya berakhir dengan
munculnya era USB.
1. 4. Flash Disk
Penemuan
Flash Memory (NOR dan NAND) oleh Dr Fujio Masuoka tahun 1984 ketika sedang
bekerja pada Toshiba sedangkan nama flash sendiri diberikan oleh koleganya
yaitu Mr. Shoji Ariizumi. Type flash chip type NOR yang diperdagangkan
dikenalkan oleh intel pada tahun 1988. NOR flash adalah flash dasar yang
membutuhkan waktu yang cukup lama dalam menghapus dan menulis, tetapi
menyediakan alamat penuh dan jalur data, memberikan akses secara acak terhadap
semua lokasi memori. Tetapi sangat bagus untuk menggantikan ROM model lama,
dimana memungkinkan untuk mengupdate kode program yang tersimpan. Contoh adalah
BIOS. NAND flash di announced oleh Toshiba pada tahun 1989, dimana bisa
melakukan proses penghapusan dan penulisan yang lebih cepat, membutuhkan tempat
yang kecil untuk chip per selnya. Dengan bertambahnya kapasitas tetapi biaya
bisa ditekan menyebabkan flash tipe ini cocok digunakan untuk secondary
storage.
Flash
Disk adalah piranti penyimpan dari floppy drive jenis lain dengan menggunakan
kabel interface jenis USB (Universal Serial Bus). Flash drive ini bisa
dibaca dan ditulis, sangat praktis dan ringan dengan ukuran berkisar 50 x 15 x
6 mm. Bahkan untuk saat ini, ukurannya semakin kecil dengan kapasitas yang jauh
lebih besar, hingga mencapai 1 TB.
Untuk
penyimpan data biasa, sumber tenaga diambil langsung melalui USB yang dikoneksi
ke PC, secara otomatis di layar monitor akan menyala dan dan menampilkan pesan
pada layar yang memberitahukan bahwa koneksi sedang berlangsung antara flash
drive dengan PC.
USB
flash drive memiliki banyak kelebihan dibandingkan alat penyimpanan data
lainnya, khususnya disket. Alat ini lebih cepat, kecil, dengan kapasitas lebih
besar, serta lebih dapat diandalkan daripada disket (karena tidak memiliki
bagian yang bergerak).
1. 5. Hard Disk
Biasa disebut juga dengan cakram keras berbentuk
piringan hitam terbuat dari alumunium dan dilapisi bahan magnetic. Hard disk
sudah menjadi komponen utama dari PC untuk sistem operasi. Komponen-komponen
bagian hard disk terdiri dari sebuah jarum untuk membaca data di cakram.
Mempunyai kapasitas yang jauh lebih besar dari floppy disk. Kecepatan
putarannya bervariasi, ada yang 5400 putaran per menit bahkan ada yang sampai
7200 putaran per menit. Kemampuan sebuah hardisk biasanya ditentukan oleh
banyaknya data yang bisa disimpan. Besarnya bervariasi, mulai dari puluhan GB
hingga 2 TB. 1 TB sama dengan 1000 GB, 1 GBsama dengan 1000 MB, sedangkan 1 MB
sama dengan 1000 KB.
Spesifikasi Kinerja Hard
Disk:
Kecepatan Putar dari Platter (piringan), mempunyai penggerak
5400,7200, 10000 sampai 15000 Rpm, sehingga semakin besar kapasitas
penggeraknya semakin cepat platter dari suatu hard disk berputar akan semakin
baik dan cepat dalam proses baca dan tulis (simpan)data.
Kecepatan
Waktu (seek time), adalah waktu yang dibutuhkan dalam satuan millisecond
oleh hard disk untuk memindahkan head-nya dari sebuah track ke track berikutnya
dan memindahkan head-nya darisebuah track terluar ke track terdalam
untuk membandingkan perpindahan head dalam hard disk.
Untuk spesifikasi seek time dikenal dengan
istilah:
o Average Seek Time, yaitu nilai
rata-rata dari seek time paling tinggi dan seek time paling rendah.
o Track to Track Seek Time, yaitu waktu
yang dibutuhkan oleh harddisk untuk memindahkan head-nya dari sebuah track ke
track berikutnya yang bersebelahan
o Full Stroke Seek Time, yaitu waktu
yang dibutuhkan untuk memindahkan head antara track terdalam dengan track
terluar.
o Areal Density, adalah banyaknya data
yang disimpan untuk suatu daerah dengan ukuran tertentu.
o Latency, adalah waktu yang dibutuhkan
hard disk dalam memindahkan head-nya untuk membuat sektor yang diinginkan berada
tepat dibawah head. Setelah membutuhkan seek time pada saat head tiba di track,
lokasi sektor yang diinginkan itu letaknya berdekatan dengan lokasi head dan
sebentar lagi sektor tersebut akan melewati head tersebut.
o Head Switch Time, adalah waktu yang
diperlukan hard disk untuk men-switch head ketika menulis file yang besar pada
sebuah cylinder tanpa perpindahan head ke cylinder lain.
o Access Time, adalah waktu yang
dibutuhkan hard disk dalam menunjukkan Total Delay antara dimulainya operasi
baca / tulis dengan waktu sebelum hard disk membaca / menulis, bisa juga
dikatakan Access Time adalah Average Seek Time ditambah dengan Average
Latency.
o Direct Access,
proses pengambilan data tertentu (retrieval) yang sangat cepat karena
dapat langsung menuju ke data yang dimaksud.
Jenis - Jenis Hard Disk:
o
Disk ATA / EIDE, hard disk dengan tipe EIDE (Enhanced
IntegratedDrive Electronic) atau tipe ATA (Advanced Technology
Attachment) adalah standar versi terbaru suatu antar muka disk yang sesuai
untuk koneksi ke bus, Banyak produsen disk memiliki rentang disk dengan antar
muka EIDE / ATA, disk semacam itu dapat dihubungkan langsung ke bus PCI, yang
digunakan pada banyak PC (personal computer). Keuntungan drive EIDE / ATA yang
signifikan adalah harganya yang cukup murah, karena penggunaannya di pasaran
PC. Salah satu kekurangan utamanya adalah diperlukan kontroler terpisah untuk
tiap drive jika dua drive digunakan bersamaan untuk meningkatkan performa.
Salah satu produsen chip yang terkenal sudah menyertakan kontroler yang
memungkinkan disk EIDE / ATA dihubungkan langsung ke motherboard.
o
Disk SCSI, banyak disk memiliki antar muka yang didesain untuk koneksi
ke bus SCSI standar. Disk tersebut cenderung lebih mahal, tetapi mempunyai
performa yang lebih baik, yang dimungkinkan karena kelebihan bus SCSI daripada
bus PCI.
Akses
yang bersamaan dapat dilakukan ke banyak disk drive karena antar muka drive
secara aktif dihubungkan ke bus SCSI hanya pada saat drive tersebut siap untuk
transfer data. Hal ini terutama berguna dalam aplikasi dimana terdapat sejumlah
besar request untuk file kecil, yang sering terjadi dalam komputer yang
digunakan sebagai file server.
o
Disk RAID, menjanjikan performa yang luar biasa dan menyediakan
penyimpanan yang besar dan handal. Disk tersebut digunakan baik dalam komputer
performa tinggi atau dalam sistem yang memerlukan keandalan yang lebih tingi
dari tingkat normal. Akan tetapi, dengan semakin menurunnya harga ke tingkat
yang lebih terjangkau, disk tersebut menjadi lebih menarik bahkan untuk sistem
komputer dengan ukuran rata – rata.
o
Disk SATA, hard disk dengan tipe SATA (Serial Advanced Technology
Attachment), yaitu interface disk ATA (Advanced Technology Attachment)
dengan versi Serialnya menggunakan kabel tipis yang memiliki total kabel kecil
sekitar dua pertiga dari total kabel harddisk dengan tipe EIDE atau ATA disk
yang berjumlah 39 pins dan SATA mempunyai kecepatan pengiriman data sangat
tinggi serta mengurani latensi. Sehingga bus serial inimampu melebihi
kecepatan bus paralel.
SATA
dalam mentransfer data secara berurutan atau serial lewat kabelnya dan juga
secara teknik SATA menyusun sendiri disk yang tersambung ke dalam motherboard
tanpa adanya sistem master ataupun slave, sehingga kabel SATA
hanya dapat digunakan pada satu hard disk.
Tipe
hard disk yang telah dibahas ini, semuanya masuk dalam kategori internal hard
disk, maksudnya yang diinstall di dalam CPU. Selain internal hard disk ada juga
eksternal harddisk (hard disk yang berada diluar CPU), jadi bisa dipindah –
pindahkan.
Eksternal
hard disk mempunyai kecepatan rotasi 7200 rpm, pemasangannya sangat mudah,
tidak perlu membongkar PC dan hanya dengan menghubungkan port USB ke PC.
6. Disk Optik (Optical Disk)
Media optik yang ada saat ini adalah berbentuk CD (CompactDisk).
CD terbuat dari plat alumunium yang dapat dilapisi dengan bahan – bahan chrome
yang mengkilat dan tidak menggunakan bahan magnetic melainkan bahan yang
dapat memantulkan cahaya. Compact disk pertama lazim digunakan dalam sistem
audio, merupakan aplikasi pertama dari teknologi ini. Setelahnya, teknologi
optik diadaptasi ke lingkungan komputer untuk menyediakan penyimpanan read
only kapasitas tinggi yang disebut CD ROM.
Generasi
CD pertama kali diperkenalkan pada tahun 1982 oleh Philips dan Sony, yang juga
mempublikasikan spesifikasi lengkap perangkat tersebut. CD tersebut merupakan
audio CD, yaitu digital audio. Dengan cepat industri komputer menyadari bahwa
jumlah data audio yang besar dapat digantikan dengan data digital komputer.
Versi
keluaran pertama di desain untuk menyimpan hingga 75 menit, yang memerlukan
total sekitar 3 x 109 bit (3 gigabit) penyimpanan. Sejak saat itu,
perangkat dengan kapasitas yang lebih tinggi telah dikembangkan. Video CD mampu
menyimpan fulllength movie. Video CD memerlukan kapasitas penyimpanan
bit yang setingkat lebih besar daripada Audio CD. Multimedia CD juga cocok
untuk menyimpan sejumlah besar data komputer.
CD-ROM
(Compact Disc Read-Only Memory) merupakan sebuah perangkat baru yang penting
dalam penyimpanan data, pengambilan data, dan penyebaran informasi. CD-ROM bisa
menyimpan dan memainkan audio, video, graphic images, data digital, dan teks
digital. CD memuat data komputer sama seperti hard disk.
Diameter
sebuah CD adalah 4,7 inci (12 cm) dan ketebalannya 0,047 inci. Sebuah compact
disk dapat menyimpan data hingga 600-700MB, yang ekuivalen dengan:
- 1500
buah floppy disks 5,25-inci
- 450 buah
floppy disks 3.5-inci
- 200 buah
buku dengan masing-masing berisi 1.000 halaman
- 10
computer magnetic tapes
- 275.000
halaman berisi teks
Teknologi
optik yang dipakai untuk sistem CD didasarkan pada sumber sinar laser. Berkas
laser diarahkan ke permukaan disk yang berputar. Lekukan fisik pada permukaan
CD diatur sepanjang track disk. Lekukan tersebut merefleksikan berkas
terfokus ke fotodetektor yang mendeteksi pola biner yang tersimpan.
Laser
tersebut memancarkan berkas sinar koheren yang difokuskan dengan tajam
pada permukaan disk. Sinar koheren terdiri dari gelombang tersinkronisasi yang
memiliki panjang gelombang yang sama. Jika berkas sinar koheren digabungkan
dengan berkas lain dari jenis yang sama dan dua berkas tersebut berada dalam
satu fase, maka hasilnya akan berupa berkas yang lebih terang. Akan tetapi jika
gelombang dua berkas tersebut berbeda fase 180 derajat, maka keduanya akan
saling meniadakan. Sehingga jika fotodetektor digunakan untuk mendeteksi berkas
tersebut, maka akan mendeteksi titik terang pada kasus pertama dan titik gelap
pada kasus kedua.
Lapisan
dasar CD adalah dari bahan plastik polikarbonat, yang berfungsi sebagai basis
gelas transparan. Permukaan plastik inidiprogram untuk menyimpan data dengan
melekukkan lapisan tersebut dengan pit (pola hole). Bagian yang tidak
dilekukkan disebut land. Lapisan tipis bahan alumunium perefleksi
ditempatkan pada bagian atas disk yang terprogram. Alumunium tersebut kemudian
dilapisi dengan acrylic pelindung. Terakhir lapisan paling atas disimpan
dan diberi cap dengan label.
Ketebalan total CD adalah 1,2 mm. hampir
seluruhnya memakai plastik polikarbonat, lapisan yang lain sangat tipis.
Sumber
laser dan fotodetektor ditempatkan di bawah plastik polikarbonat. Berkas yang
dipancarkan melintasi plastik ini, direfleksikan oleh lapisan alumunium dan
melintas balik menuju fotodetektor.
CD
menggunakan skema encoding kompleks untuk menyatakan data, tiap byte
data dinyatakan dengan kode 14 bit, menyediakan kemampuan deteksi error.
CD memiliki diameter 120 mm, terdapat lubang 15 mm di tengah. Data disimpan pad
track yang menutupi area tersebut dari radius 25 mm hingga radius 58 mm. Jarak
antara track adalah 1,6 mikron. Pit memiliki lebar 0,5 mikron danpanjang 0,8
hingga 3 mikron. CD mempunyai lebih dari 15.000 track, jika seluruh track
spiral dipisah – pisahkan maka akan mencapai panjam 5 km.
Jumlah
ini mengindikasikan kerapatan track sekitar 6000 track/cm, yang lebih tinggi
daripada kerapatan yang dapat dicapai dalam disk magnetik. Dalam hard disk
kerapatan berada dalam rentang dari 800 hingga 2000 track / cm dan dalam floppy
disk kurang dari40 track / cm.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Komputer
http://en.wikipedia.org/wiki/USB_flash_drive
ttp://id.wikipedia.org/wiki/Zip_drive
http://kaskusfans.com/news/sejarah-flashdisk.php
http://arismunandaroftkj.blogspot.com/2009/05/magnetic-tape.html
http://kuliah.dinus.ac.id/edi-nur/pde.html
http://www.adipedia.com/2011/04/sejarah-penemuan-cd-compact-disc.html
http://dedenthea.wordpress.com
Mardiana, M. C. Jeanny. 2005. Data Storage Technology. Paper Mata Kuliah Pengantar Sistem Komputer dan Sistem Operasi.
http://en.wikipedia.org/wiki/Computer_storage
http://www.computinghistorymuseum.org/teaching/papers/research/StorageDevices-Zeytinci.pdf
http://lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/multimedia10.pdf
http://syarifuddin46.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2011/06/06/storage-device/
Pada tanggal 9 Desember 2012
Pada Jam 14:21







Tidak ada komentar:
Posting Komentar