PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
TENTANG
SISTEM INFORMASI
Di Susun Oleh :
Nama : Neni Nur’aeni
Kelas : C
Semester : 1 (satu)
NIM
: 1127050116
Jurusan : Teknik informatika
Fakultas :
Sains dan Teknologi
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2011-2012
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang Maha Pengasih
lagi Maha Penyayang, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, saya bisa menyusun
dan menyajikan Makalah Sistem Informasi ini yang berisi tentang jaringan
komputer sebagai salah satu tugas kuliah. Tak lupa penulis mengucapkan terima
kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dorongan dan motivasi.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah
Sistem Informasi ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik serta saran yang
membangun guna menyempurnakan makalah ini dan dapat menjadi acuan dalam
menyusun makalah-makalah atau tugas-tugas selanjutnya.
Penulis juga memohon maaf apabila dalam penulisan Makalah
Sistem Informasi ini terdapat kesalahan pengetikan dan kekeliruan sehingga
membingungkan pembaca dalam memahami maksud penulis.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Zaman sekarang, kebutuhan manusia dalam akses data
semakin menaningkat, ini disebabkan adanya pola pergeseran hidup manusia ke
arah yang lebih berkembang. Dengan pemanfaatan komputer hal ini dapat
terfasilitasi dengan cepat. Akibatnya akan terjadi keefisiansian waktu, biaya
dan resource, sehingga akan menghasikan output yang optimal. Disisi lain
kebutuhan akan akses data itu terhalangi oleh adanya jarak dan waktu, terkadang
kita membutuhkan akses informasi saudara kita yang berada di negara yang
berbeda.
1.2 Perumusan Masalah
Dalam menyusun makalah ini, penulis merumuskan
beberapa masalah berkaitan dengan :
1. Definisi Sistem Informasi
2. Komponen Sistem
3. Jenis-Jenis Sistem
4. Data Sistem
5. Informasi
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu sebagi
berikut :
1. Untuk menambah ilmu dan pengetahuan mengenai masalah yang diangkat
dalam makalah.
2. Untuk memberikan keterampilan baru di bidang IT
1.4 Metode Penulisan
Dalam menyusun makalah ini, penulis menggunakan metode literatur yaitu
dengan mengkaji buku sebagai acuan yang sesuai dengan pembahasan dan browsing
data di internet.
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam penyusunan makalah ini, yaitu sebagai
berikut :
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem
Informasi
Sistem
informasi adalah
aplikasi untuk mendukung operasi dari suatu organisasi: operasi, instalasi, dan
perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Sistem informasi manajemen
adalah kunci dari bidang yang menekankan finansial dan personal manajemen. Sistem
Informasi Penjualan adalah suatu sistem informasi yang mengorganisasikan
serangkaian prosedur dan metode yang dirancang untuk menghasilkan, menganalisa,
menyebarkan dan memperoleh informasi guna mendukung pengambilan keputusan
mengenai penjualan.
2.1.1 Definisi Lainnya
- Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.
- Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.
- Sistem Informasi adalah Proses yang menjalankan fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk kepentingan tertentu; kebanyakan SI dikomputerisasi.
- Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.
- Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang salaing berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user)
- Sistem informasi adalah sistem yang saling berhubungan dan terintegrasi satu dengan yang lain dan bekerja sesuai dengan fungsinya untuk mengatur masalah yang ada.
- Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat-keputusan manejemen dan para pengguna yang berpengalaman di bidangnya.
2.2 Komponen sistem
Suatu
sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya
saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau
elemen-elemen sistem dapat berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung
komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai
sifat-sifat dari subsistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan
mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai
suatu sistem yang lebih besar disebut dengan supra sistem, misalnya suatu
perusahaan dapat disebut sebagai suatu sistem sedang industri yang merupakan
sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang
industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem.
Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem
akuntansi adalah subsistemnya. Kalau sistem akuntansi dipandang sebagai suatu
sistem, maka perusahaan adalah supra sistem dan industri adalah supra dari
supra sistem.
2.2.1 komponen input
input merupakan data yang
masuk ke dalam sistem informasi
2.2.2 komponen model
kombinasi prosedur, logika,
dan model matematik yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan
cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan
2.2.3 komponen output
output informasi yang
berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta
semua pemakai sistem.
2.2.4 komponen teknologi
teknologi merupakan alat
dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan
model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output, dan
membantu pengendalian sistem.
2.2.5 komponen basis data
merupakan kumpulan data
yang saling berhubungan yang tersimpan didalam komputer dengan menggunakan software
database.
2.2.6 komponen kontrol
Pengendalian yang dirancang
untuk menanggulangi gangguan terhadap sistem informasi.
1. Orang (People)
Semua pihak yang
bertanggung jawab dalam hal penyokong atau sponsor sistem informasi (system
owner), pengguna sistem (system users), perancang sistem (system designer) dan
pengembang sistem informasi (sistem development).
2. Aktivitas
Sekumpulan aturan atau
tahapan-tahapan untuk membuat, memakai, memproses dan mengolah sistem informasi
ataupun hasil keluaran dari sistem informasi tersebut.
3. Data
Secara
konseptual, data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktivitas, dan
transaksi yang tidak mempunyai makna dan tidak berpengaruh langsung secara
langsung kepada pemakainya atau disebut juga sebagai sekumpulan fakta mentah
dalam isolasi.
4. Perangkat Keras
(hardware)
Mencakup
piranti-piranti fisik seperti komputer, printer, monitor, harddisk, DLL.
5. Perangkat Lunak
(sotfware)
Sekumpulan
instruksi-instruksi atau perintah-perintah yang memungkinkan perangkat keras bisa
digunakan untuk memproses data, atau sering disebut sebagai program.
6. Jaringan (network)
Sistem
penghubung yang memungkinkan suatu sumber dipakai secara bersama-sama, baik
pada waktu dan tempat bersamaan ataupun berbeda
2.3 Jenis-jenis system
2.3.1.Objektif
- Mengenal berbagai sistem informasi dari berbagai sudut pandang
- Memahami secara singkat proses berbgai jenis sistem informasi
- Memahami manfaat masing-masing jenis sistem informasi
2.3.2.Cara pandang
pengklasifikasi SI
- Level Organisasi
- Area Fungsional
- Dukungan yang diterima
- Arsitektur
2.3.3.Sistem Informasi
menurut Level Organisasi
- Sistem informasi departemen
o Contoh : Sistem Informasi
SDM (HRIS)
- Sistem informasi perusahaan (enterprise information system)
o Contoh : sistem informasi
perguruan tinggi
- Sistem informasi antarorganisasi
o Contoh : eCommerce
2.3.4.Sistem Informasi
Fungsional
- Sistem informasi berdasarkan area fungsional
- Ditujukan untuk memberikan informasi bagi kelompok orang yang berada pada bagian tertentu dalam perusahaan.
Contoh :
- Sistem Informasi Akuntansi
o SI yang menyediakan
informasi yang dipakai oleh fungsi akuntansi (departemen/bagian Akuntansi)
o Mencakup semua transaksi
yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan
- Sistem Informasi Keuangan
- SI yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan yang menyangkut keuangan perusahaan.
o Misal : Cash Flow dan
informasi pembayaran
2.3.5.Klasifikasi SI
berdasarkan fungsi (Jeffrey L. Whiiten)
- Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing System/TPS)
o Sebuah sistem yang
meng-capture dan memproses data transaksi bisnis. Misalnya: pesanan, kartu
absensi, pembayaran, KRS, reservasi dll
- Sistem Informasi Manajemen (Managemen Information System/MIS)
o Sistem informasi yang
menyediakan pelaporan yang berorientasi manajemen berdasarkan pemrosesan
transaksi dan operasi organisasi.
- Sistem Pendukung Keputusan (Decissin Support System/DSS)
o Sistem informasi yang
menindentifikasi berbagai alternatif keputusan atau menyediakan informasi untuk
membantu pembuatan keputusan.
- Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information System/EIS)
o Sistem informasi yang
diperuntukkan oleh manajer eksekutif untuk mendukung perencanaan bisnis dan
menilai performa rencana tersebut.
- Sistem Pakar (Expert System)
o Sistem informasi yang
meng-capture dan menghasilkan kembali pengetahuan ahli pemecahan masalah atau
para pengambil keputusan dan mensimulasikan kembali “pemikiran” ahli tersebut.
- Sistem Komunikasi dan Kolaborasi (Communication and Collaboration System)
o Sistem yang memungkinkan
komunikasi lebih efektif antara orang-orang dalam maupun luar organisasi untuk
meningkatkan kemampuan berkolaborasi.
- Sistem Otomatisasi Kantor (Office Automation System)
o Sistem informasi yang
mendukung aktifitas bisnis kantor secara luas yang menyediakan aliran kerja
yang diperbaiki antar personil.
2.3.6.Sistem Informasi
berdasarkan dukungan yang tersedia
- Sistem Pemrosesan Transaksi (transaction processing system atau TPS)
- Sistem Informasi Manajemen(management information system atau MIS)
- Sistem Otomasi Perkantoran (office automation system atau OAS)
- Sistem Pendukung Keputusan (decission support system atau DSS)
- Sistem Informasi Eksekutif (executive information systematau EIS)
- Sistem Pendukung Kelompok (group support system atau GSS)
- Sistem Pendukung Cerdas (intelligent support system atau ISS)
2.4 Data system
2.4.1. Konsep Dasar Sistem
Informasi
2.4.1.1 Sistem
Terdapat
dua kelompok pendekatan dalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada
prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem
yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut ini:
Suatu
sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling
berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk
menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Pendekatan sistem yang merupakan
jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan urut-urutan operasi didalam
sistem.
Pendekatan sistem yang
lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sistem sebagai
berikut :
Sistem
adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu
tujuan tertentu. Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan dari elemen-elemen atau
komponen-komponen atau subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih luas
dan lebih banyak diterima karena pada kenyataannya suatu sistem terdiri dari
beberapa subsitem atau sistem-sistem bagian. Komponen-komponen atau
subsistem-subsistem dalam suatu sistem tidak dapat berdiri sendiri, semuanya
saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga
sasaran sistem dapat tercapai.
2.4.1.2. Karakteristik
Sistem
Suatu
sistem menpunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai batas
(boundary), lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface),
masukan (input), keluaran (output), pengolah (process), dan sasaran
(objectives) atau tujuan (goal).
a. Batas sistem
Batas
sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan
sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini
memungkinkan suatu sistem dipasang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem
menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
b. Lingkungan luar sistem
Lingkungan
luar (environment) dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem
yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat
menguntungkan dan dapat bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar
yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap
dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan
dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
c. Penghubung sistem
Penghubung
(interface) merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem
lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari
satu subsistem ke subsistem yang lain. Keluaran (output) dari satu subsistem
akan menjadi satu masukan (input) bagi subsistem yang lain dan akan melalui
penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan
subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
d. Masukan sistem
Masukan
(input) adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem. Masukan dapat berupa
masukan peralatan (maintenence input) dan masukan sinyal (signal input).
Mantenance input adalah energi yang diproses agar didapatkan keluaran. Sebagai
contoh didalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan
untuk mengoperasikan komputernya sedangkan data adalah signal input untuk
diolah menjadi informasi.
e. Keluaran sistem
Suatu
sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi
keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan
bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Sistem akuntansi
akan mengolah transaksi menjadi laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang
dibutuhkan oleh menejemen.
f. Sasaran sistem
Suatu
sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objektif). Kalau sistem
tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran
dari sistem sangat menentukan sekali, masukan yang dibutuhkan sistem dan
keluaran yang akan dihasilkan sistem.
2.4.1.3. Klasifikasi sistem
Sistem dapat
diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya sebagai berikut ini :
- Sistem abstrak dan sistem fisik. Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan tuhan. Sistem fisik merupan sistem yang ada secara fisik misalnya sistem komputer, sistem akuntansi dan sistem produksi.
- Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human machine system atau ada yang menyebut dengan man machine system, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
- Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi tertentu dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Inteaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
- Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya. Secara teoritis sistem tertutup ada, tetapi kenyataan tidak ada sistem yang benar-benar tertutup yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup), sedang sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya, karena sistem sifatnya terbuka dan tepengaruh oleh lingkungan luarnya, maka suatu sistem harus mempunyai sistem pengendalian yang baik. Sistem-sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa, sehingga secara relatif tertutup karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka untuk pengaruh yang baik saja.
2.4.2. Pengembangan Sistem
Informasi
Pengembangan
sistem dapat berarti menyusun sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama
secara keseluruhan atau untuk memperbaiki sistem yang sudah ada. Sistem yang
sudah lama perlu diperbaiki atau bahkan diganti, dapat disebabkan oleh beberapa
hal, diantaranya yaitu :
- Kesalahan yang tidak sengaja, yang menyebabkan kebenaran data kurang terjamin.
- Tidak efisiensinya operasi pengolahan data tersebut.
- Adanya instruksi-instruksi atau kebijaksanaan yang baru baik dari pemimpin atau dari luar organisasi seperti peraturan pemerintah.
2.5 Informasi
Informasi
adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti
bagi yang menerimanya, sedangkan data merupakan sumber informasi yang
menggambarkan suatu kejadian (kumpulan fakta).
Sistem informasi, menurut Leitel dan Davis dalam bukunya “Accounting Information System” mendefinisikan bahwa :
Sistem informasi adalah
suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan-kebutuhan
pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan
kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu
dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Definisi
yang umum, sistem informasi diartikan sebagai suatu sistem dalam suatu
organisasi yang mengolah data menjadi bentuk yang lebih berguna untuk mencapai
suatu tujuan.
BAB III
PENUTUP
Sistem informasi merupakan
sebuah susunan yang terdiri dari beberapa komponen seperti orang, aktivitas,
data, perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan yang terintegrasi yang
berfungsi untuk mendukung dan meningkatkan operasi sehari-hari sebuah bisnis,
juga menyediakan kebutuhan informasi untuk pemecahan masalah dan pengambilan
keputusan oleh manajer.
DAFTAR PUSTAKA
Yuhefizar, ilmukomputer.com
Tanggal 15 Desember 2012
13:47

Tidak ada komentar:
Posting Komentar